Content Specialist

Content Specialist
Oleh
Yons Achmad*

Suatu malam saya galau betul. Memikir bisnis. Ya, bisnis yang saya dan tim jalankan hingga sekarang ini. Ada disorientasi. Bisnis masih terlalu lebar, kurang fokus. Lalu saya berpikir keras bagaimana alternatif jalan keluarnya. Setelah saya renungkan: Yups, saya dan tim akan fokus pada satu layanan saja yaitu content specialist.

Sebenarnya, brand bisnisnya sudah ada: Kanetmedia, tapi saya belum menemukan taline yang cocok sebagai penjelas apa itu Kanetmedia. Saya tak menghubungi tim saya malam itu. Tapi tiba-tiba yang terpikir teman dekat saya. Lalu saya SMS. Menurutmu “Content Agency”, “Content Consultant”, “Content Specialist” bagusan mana? Ia menjawab cepat “Content Specialist” saja. Baiklah, bismilah, saya langsung setuju dengan pilihannya.

Tentu, dengan perubahan ini saya ubah semuanya. Dimulai dari biotwitter saya. Lalu, menyusul pelan-pelan akan saya ubah semua seperti tampilan header pada corporate website, kemudian stempel, kop surat serta seragam kantor yang dipakai sehari-hari. Cukup merepotkan memang. Hanya saja seperti kata Steve Jobs bahwa inovasi menjadi kata kunci sebuah perubahan agar bisa bertahan, maka saya juga mencoba mempraktekkan itu.

Kenapa tiba-tiba saya berpikir tentang fokus content specialist? Entahlah. Tapi sebelumnya saya baca media tentang buku anak SD yang dalam ceritanya ada kisah tentang “Istri Simpanan” tentu yang demikian menjadi bahan sorotan, tidak pantas konten semacam itu ada di buku-buku pelajaran anak SD. Berita itu menguatkan saya untuk mantap di jalur produsen atau konsultan konten.

Baik konten untuk buku, website, iklan atau konten-konten untuk media massa lainnya. Ada sisi ideologis dari bisnis ini yang saya pegang. Bisnis di bidang kontent tetap mesti punya nilai “kebajikan” yang diusung, tak menghalalkan cara serta tak harus melulu mengikuti selera pasar. Konten-konten berbau SARA, vulgar, pornografi tentu saya tak akan memproduksi materi semacam itu.

Begitulah. Saya sudah membaca karya Steve Jobs tentang inovasi dan sedang mempraktekkanya. Ya, pokoknya sudah berusaha dengan sekuat pikir dan tenaga. Moga aja usaha ini bisa lebih banyak lagi membantu sesama dan selanjutnya serahkan saja hasilnya kepada Yang Diatas Sana.

*Penulis, tinggal di @senjakarta



1 Response to "Content Specialist"

Nahar Rasjidi mengatakan...

Content is King, demikian kata pepatah dalam dunia website internet,

semoga sukses inovasinya :)