The Vow

The Vow
Oleh
Yons Achmad*

Saya selalu menyukai film yang berangkat dari novel atau kisah nyata. Memang di sana ada imajinasi tentunya, tapi tidak terlalu mengada-ada. Peristiwa demi peristiwa berangkat dari sesuatu yang pernah ada. Ini yang membuat saya suka.

Setelah beberapa waktu lalu menonton “One Day”, semalam saya nikmati film semacam itu lagi. Judulnya “The Vow”. Film bergenre romantis juga. Film ini lumayan lembut, tidak seronok dan vulgar kayak “One Day”.

Saya menonton film itu dengan seseorang yang sebulan lalu bertemu di sebuah toko buku. Ia sedang membaca novel waktu itu. Lalu kita bercerita dan punya minat yang sama. Lalu, ya begitulah. Persahabatan kecil terjadi. Dan kau tahu? Sebuah persahabatan itu lebih indah dari pernikahan. Kau pasti tak setuju tapi menurutku begitu.

Film ini bercerita tentang cinta Leo dan Paige. Pasangan muda yang telah menikah. Namun, hanya beberapa minggu setelahnya, Paige mengalami kecelakaan dan kehilangan memorinya. Ia ingat masa-masa yang lalu memang, tapi justru tidak ingat dengan masa beberapa waktu sebelum kecelakaan menimpanya. Ia ingat masa-masa SMP bersama teman-temannya, tapi justru tak ingat pernikahan yang telah terjadi diantara mereka. Begitu juga tak ingat siapa Leo.

Leo terpukul. Ia mulai berusaha membangun kembali ingatan-ingatan Paige. Mengajaknya bernostalgia ke tempat saat pertama kali bertemu, menjalani rutinitas-rutinitas hidupnya dan hal-hal lain yang menjadi kebiasaannya. Namun, belum berhasil juga. Leo sempat marah kenapa Paige dan sempat menginggalkannya untuk beberapa saat.

Disaat begitu Paige hanya bilang “Maaf, semoga kelak aku dapat menemukan seseorang yang mencintaiku seperti kau mencintaiku”. Paige tahu dan sadar Leo telah berusaha, tapi Paige tetap tak bisa mengenali siapa Leo sebenarnya. Yang ada sekarang dia hanyalah orang asing di matanya.

Beberapa waktu kemudian mereka bertemu kembali. Dan masing-masing bertanya apakah keduanya sudah mempunyai pasangan. Keduanya menjawab belum. Lalu, mereka makan malam bersama. Mencoba untuk memulai lagi sesuatu yang baru. Pada kisah nyata sebenarnya, kedua pasangan tersebut menikah lagi dan mempunyai anak. Masih hidup sampai sekarang. Memegang janji teguh pernikahan dan mencoba menjadi dewasa.

Tentang film “The Vow” saya tak mau berkomentar banyak. Hanya satu hal yang mungkin bisa terkatakan. Ya, kalau seseorang masih percaya tentang cinta kadangkala kejaiban terjadi dan semuanya menjadi mungkin. []

Kafe Senja: 29 Februari 2012

*Penulis. CEO Kanetmedia.

2 Responses to "The Vow"

Goiq mengatakan...

sebenernya pengen nonton, tapi ngga sempat.. beli DVD nya aja lah nanti :)

Syamatahari mengatakan...

yeay... nice.
semalam aku jg nonton dn lagi nyari referensi penyeimbang, hihi...