Small But Giant

Small But Giant
:yons achmad*

"Manusia unggul selalu rendah hati saat berbicara,
tetapi selalu luar biasa dalam tindakan."

Confucius (551–479 SM), filsuf terkemuka China

Anda sering kecewa dengan pemerintah? Jujur saya pernah, dan saya yakin Anda juga pernah mengalaminya. Kalau dipikir-pikir, kok bisa begitu ya, padahal mereka adalah organisasi paling besar di negeri ini. Mereka berkewajiban mengurus warga negeri ini secara keseluruhan.

Tapi mengapa sering sekali membuat kecewa warganya? Saya pernah baca status di Facebook tapi lupa siapa yang menuliskannya. Kira-kira begini bunyinya, “Omong besarnya sok ingin melakukan reformasi birokrasi, tapi mengurus KTP saja lambatnya bukan main, tak becus”.

Agak terlihat keterlaluan memang saya kembali tuliskan itu. Pasti ada penolakan luar biasa dari mereka yang berada dalam struktur atau bagian dari pemerintah tersebut. Tapi sejatinya, saya mengatakan demikian untuk sekedar memperlihatkan bahwa organisasi besar, belum tentu memberikan jaminan bahwa mereka bisa berbuat yang terbaik, memberikan kepuasan dan kemanfaatan sepenuhnya.

Justru kadang, kumpulan kecil orang, sebuah komunitas, atau organisasi kecil, apapun itu (profesi, bisnis, hobi) bisa memberikan kemanfaatan luar biasa bagi orang lain. Istilahnya, mereka itu bisa disebut “Small But Giant” (kecil tapi raksasa).

Istilah itu bukan ide saya orisinil. Tapi saya dapatkan ketika mendengar kuliah umum Anis Baswedan, Rektor Universitas Paramadina Jakarta dalam sebuah kesempatan. Ya, saat dia menyadari bahwa kampus itu mungkin kecil. Kalau dilihat dari bangunannya memang kecil saja dan sederhana.

Tapi, Sang Rektor itu menginginkan kampus punya pengaruh besar di negeri ini, punya kiprah yang bisa diandalkan. Dan, rasanya visi itu kalau kita lihat sekarang, memang bukan omong kosong belaka. Paramadina, lewat orang-orang didalamnya, maupun secara kelembagaan cukup punya nama dan cukup punya kiprah. Boleh dibilang lumayan membanggakan.

Lalu mungkin Anda bertanya, saya ini sebenarnya pingin ngomong apa?

Begini, saya sering mendengarkan ceramah anak muda, anak gerakan mahasiswa yang cukup menggebu dan berapi-api. Katanya, kalau ingin merubah dunia, merubah negeri ini, mau tak mau harus masuk sistem, masuk jadi aparat pemerintah, masuk partai politik kemudian jadi anggota dewan, lantas menjadi pejabat publik. Dari situ baru bisa merubah pemerintahan menjadi yang lebih baik. Anda sepakat dengan ceramah mahasiswa lugu ini?

Untuk menyenangkan hati, bolehlah. Lakukan itu dan buktikan. Bukan dengan omongan seperti yang sering dilakukan Presiden pesolek nomer satu kita itu, tapi dengan tindakan. Dengan action.

Dilain sisi, saya ingin katakan. Walau ini mungkin terlihat ide sederhana saja, bukan sesuatu yang wah, tapi kalau benar-benar dipraktekkan dengan serius hasilnya akan sungguh memukau.

Ya, memulai sesuatu tak harus selalu menjadi bagian dari organisasi besar, partai besar, perusahaan besar.

Anda, saya, semua bisa mengawalinya dengan sesuatu yang kecil. Tim kecil, apapun itu, gerakan sosial perubahan, bisnis, pekerjaan, profesi dll. Tapi filosofinya itu tadi “Small but Giant”, saya yakin Anda paham maknanya.

Small disini bukan bearti sendirian tapi tim. Yakinlah, sendirian melakukan sesuatu itu hasilnya minimal sekali. Tapi bentuk tim, itu kata kuncinya. Sebenarnya ini pengalaman pribadi saya saja setelah terjun dalam dunia bisnis 1,5 tahun ini, bekerja sendirian selain hasilnya kecil tapi juga sering menyedihkan. Dengan tim, walau kecil, hasilnya cukup menjanjikan, dan dalam melakukan pekerjaan juga lebih menyenangkan. []

Jakarta, 30 November 2010: 07.30 WIB

*Penulislepas. CEO Kanetwork Indonesia, tinggal di Jakarta

2 Responses to "Small But Giant"

Hilmy Nugraha mengatakan...

setuju mas,

komunitas kecil kadang memang tak terlihat efeknya,
tapi kalau ditekunin kedepan akan memberikan manfaat.
mulai dari yang kecil-kecil lah.

:D

YOGI MARSAHALA mengatakan...

Blog dan artikelnya bagus, komentar juga ya di web blog saya www.when-who-what.com