Bolehkah Ayah Berharap
























Bolehkah Ayah Berharap
Oleh
Yons Achmad*

Judul Buku : Bolehkah Ayah Berharap
Penulis : dr Chairil Anwar Sholeh Sp. An
Editor: Muthia Esfand
Penerbit : Kanet Publishing, Jakarta
Tebal : 375 Halaman
Cetakan : 1 Juni 2011


Seorang ayah, punya cara tersendiri dalam mencintai anak-anaknnya. Terkadang, punyai perangai yang galak dan suka marah. Sehingga, dipandang kasar oleh anak-anaknya. Adapula, terlalu mengekang kebebasan, yang membuat anak-anaknya kurang nyaman. Di sisi lain, ada juga ayah yang hanya diam melihat tingkah polah anaknnya padahal menurutnya kurang sesuai dengan yang diharapkan.

Namun, dalam diamnya itu tak henti-henti berdoa agar anaknnya bisa menjadi anak sholeh, yang kelak bisa mendoakan orang tuanya ketika telah tiada. Atau banyak pula yang melulu memberikan nasehat sehingga membuat anaknnya bosan. Begitu juga, ada yang lemah lembut, pelan-pelan memberikan arahan-arahan kepada anak-anakknya menuju kehidupan yang lebih baik.

Yang pasti, ragam pandangan dan sikap seorang ayah, dia pasti tidak rela anak-anaknya terjerumus ke dalam jurang kehancuran. Dia pasti menginginkan anak-anaknya bisa menuai keberhasilan dan kehidupan yang bahagia. Buku ini, setidaknya lahir dari sebentuk usaha agar anak-anakknya bisa sesuai dengan harapan ayahnya, orang tuanya. Bahagia di dunia, bahagia di akhirat.

Dokter Aang, begitu panggilan akrabnya, aktivitas pekerjaannya boleh dibilang cukup sibuk. Selain sebagai seorang dokter spesialis bius, juga menjalankan berbagai usaha bisnis. Dengan kesibukan yang demikian, lelaki kalem yang murah senyum ini merasa ada yang kurang, yaitu berinteraksi dengan anak-anaknya. Berkomunikasi secara intens dengan anak-anaknya.

Maka, gagasan berkomunikasi lewat buku pun lahir. Buku ini berisi 50-an cerita. Berisi tentang kisah dan hikmah seorang ayah untuk anaknya. Dimulai dengan kisah orang tua penulis, ayahnya yang mengajarkan pentingnya memegang akidah, lalu ibunya yang mengajarkan kesabaran tiada batas. Disusul cerita tentang hakikat kebahagiaan, ajaran tentang bagaimana mesti berbaik sangka kepada Alloh, bagaimana memilih teman, memaknai sakit dan juga memaknai kematian.

Lalu, tentang refleksinya pada kehidupan sekitar, kisah bagaimana mesti menuntut ilmu tanpa jemu, bagaimana bisa hidup berhasil dengan berdagang (berbisnis), sampai tentang pandangan-pandangannya mengenai nabi palsu, poligami, korupsi, persamaan gender (emansipasi), mensikapi bencana, perbedaan pendapat di kalangan umat sampai kisah bagaimana menggapai cinta yang sesungguhnya.

Buku ini cukup lengkap dalam usaha memberikan panduan hidup pada anak-anak, generasi selanjutnya. Sebuah buku sarat hikmah, ditulis oleh seorang ayah dimana memiliki putra-putri yang selalu dicintai tanpa batasan. Sebuah keinginan untuk berbagi kisah hidup dan pandangan-pandangannya atas berbagai hal di sekitarnya.

Sebuah buku yang patut dibaca oleh setiap orang tua, agar mengerti betapa tak mudah menyandang status sebagai seorang ayah. Sebuah buku yang patut dibaca oleh setiap anak, agar memahami betapa setiap orang tua memiliki segudang mimpi dan harapan bagi anaknya. Setiap buku yang patut dibaca oleh siapa saja. Agar bisa mengerti betapa hidup mesti dijalani dengan benar, bukan melulu berdasar akal, tapi dibawah naungan agama yang diyakininya. (*)

*Penulislepas, tinggal di Jakarta. CEO Kanetweb

NB: Buku ini baru dicetak terbatas 300 eksemplar. Bagi penerbit yang berminat menerbitkannya dalam jumlah besar, bisa menghubungi kami di kanetgroup(at) gmail.com. Salam hangat dan penuh cinta. Makasih :-)

1 Response to "Bolehkah Ayah Berharap"

Ticka Y mengatakan...

wah, hanya 300 exemplar?
pasti sulit nyari' nya di medan :(

mf mas, kira2 ada infonya kah bisa di beli dimana ?