Akhir Sebuah Kebohongan

Akhir Sebuah Kebohongan
Oleh
Yon’s Revolta

Pada sebuah malam yang menyenangkan, saya menikmati hidangan acara salah satu program televisi swasta. Sebuah film drama yang mengesankan, berjudul “Simone”. Berkisah tentang seorang sutradara bernama Viktor. Ia seorang yang idealis, tak mau membuat film hanya sekedar karena perhitungan komersial (bisnis) belaka. Tapi idealismenya itu tak sejalan dengan timnya. Viktor dianggap orang yang tak mau berkompromi, lantas ia tak disukai oleh sesama pekerja film dalam timnya. Bahkan dilecehkan dengan idealismenya itu. Kasihan sekali.

Ketika ia sedang bersemangat dan punya ide brilian tentang sebuah film, tak ada satupun bintang yang mau berperan sebagai tokoh utama. Bingung, sudah pasti. Kemudian, memutar otak, memikirkan jalan keluarnya. Ketemulah ide gila bernama kebohongan. Langkah yang fatalis memang. Dibantu oleh temannya yang bernama Hank, seorang programer komputer, ia menciptakan tokoh maya bernama “Simone” singkatan dari simulation one. Tak disangka, film meledak di pasaran, digemari publik, bahkan banyak yang tergila-gila dengan tokoh perempuan cantik bernama Simone tersebut, padahal bukan manusia beneran. Hanya hologram alias vusualisasi maya saja. Publik tertipu.

Jelas, viktor terkekeh. Seiring dengan popularitas Simone, banyak digelar wawancara eksklusif. Tentunya juga dengan akal bulus Viktor. Pada sebuah wawancara yang telah di program oleh Viktor, si gadis cantik Simone tampil memukau. Tetapi, saat mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang telah menjadikan dirinya terkenal, Simone lupa berterimakasih kepada Viktor alias Viktor sendiri lupa membuat program itu. “Kok tak ada ucapakan terimakasih untuk ayah” Begitu kata anaknya.

Atas kejadian itu ketegangan muncul, Viktor merasa bodoh. Viktor ingin melenyapkan tokoh bernama Simone itu dengan memuatnya mati. Publik percaya saja. Kasus itu terbongkar setelah pihak kepolisian yang telah curiga sebelumnya membuka peti mati Simone yang ternyata memang tak ada mayat. Publik pun gempar. Viktor kemudian mengatakan bahwa sebenarnya Simone tak ada, dia hanya program komputer. Tapi, karena kebohohongan telah sekian lama dilakukan, tak ada yang percaya kalau Simone hanyalah sebuah program komputer. Untung, ada anaknya yang kemudian membuktikan bahwa Simone memang hanyalah sebuah program komputer. Dan, publik jelas geleng-geleng kepala mensikapi fakta yang sebenarnya itu.

Film itu menarik. Setidaknya dalam pandangan penikmat film seperti saya. Selain adegan-adegan yang menegangkan, film itu juga bisa memberikan sebuah pesan tentang akhir dari sebuah kebohongan. Bohong, pada awalnya mungkin membuat kita senang atau puas ketika banyak orang yang percaya. Tetapi, ketika orang lain tahu kita bohong, apa yang terjadi..?. Citra kita jatuh, terpuruk, publik tak menghargai kita sama sekali. Bahkan ketika kelak kita jujur atas perilaku dan omongan kita, bisa jadi masih banyak yang tidak percaya karena reputasi kita memang telah hancur.

Semakin banyak berbohong, sepanjang itulah kita akan disibukkan oleh bagaimana mengarang cerita lain agar tak ada orang yang tahu, kita karang cerita untuk menutup rapat-rapat kebohongan yang telah kita lakukan. Padahal, disaat itulah sebenarnya kita menggali kubur sendiri atas sebuah keterpurukan dan hancurnya citra diri dimata publik kelak di kemudian hari.

Seperti terjadi pada seorang aktivis masjid kampus. Awalnya dikenal sebagai sosok yang bersemangat dalam aktivitas dakwah. Banyak yang salut kepadanya atas aktivitasnya itu. Tapi kemudian ketahuan bohong “memalsu” tanda tangan pada saat skripsi hanya untuk mengejar lulus cepat. Jelas, citra buruk melekat kepadanya, lantas kekaguman yang selama ini tersematkan kepadanya runtuh, berkurang drastis. Itulah akhir dari sebuah kebohongan. Tragis memang !.

Sanggar Pelangi, 12 Februari 2007/ 06.53
Disaat mencoba untuk jujur terhadap diri sendiri

14 Responses to "Akhir Sebuah Kebohongan"

Bayu Bergaswaras mengatakan...

rasanya perumpamaan Victor dengan muda-mudi masjid kampus itu agak jauh deh. tapi tak apa, karena kuyakins Yon tak pernah memalsu tandatangan.
"Hati-hati, Yon.... banyak kebohongan memakai topeng kebaikan!"

Yon's Revolta mengatakan...

Yups, maksud hati menulis diatas hanya sekedar untuk belajar jujur terhadap diri sendiri. Sederhana memang, tapi tak seserhana melakukannya :-)

Giel mengatakan...

Mas Yon! akhirnya kutemukan 'rumah'mu... ninggalin jejak di rumah tanpa nulis alamat rumahnya Mas Yon yang apik ini... duh... jadi minder nih, tulisan disini lebih berbobot dan bermakna dalam Mas...
Betul, sekecil apapun kebohongan akan menjadikan kita untuk berbohong kembali untuk menutupi kebohongan kita yang dulu...
Mudah2an gil gak gitu ya... soale gil pelupa Mas... maksud hati mau berbohong, tapi tetep aja ketauan... gak di kemudian hari lah atau pas ceritain nya juga gil gak tahan untuk ketawa atau idungnya endus-endus! :D
Thanks anyway to see my blog!

pyuriko mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
raditya mengatakan...

woi, tuh cerita bener gak seh ? masak ada aktifis dakwah kampus yang sampe malsu tanda tangan di skripsi ? ngarang kali lo, setau gue rata-rata anak anak rohis tuh kalem-kalem, dan gak bakal berani ngambil resiko kayak gitu ? anak unsoed pa bukan ?

taxtau mengatakan...

Assalamu'alaikum...
Wah termakan Film2 juga yach... (maap ak serius... bcanda :)
Gimana sich Film 'Simone'? -ak ga liat (saat ini ga kpengen kayaknya)-

Intinya disitu bahwa Bo'ong ga baik yach? -dari yg kukomentari bahwa: ya itu tadi, dirimu terbawa (termakan) film....(bukan ga bener khan?) tapi dirimu bisa ambil sesuatu yg baik dr film (hikmah).. kt2 ini bukan berarti film adl baik lhoo..

Tapi tahukah?
Tidak semua orang bisa milih2 ngambil yang baik?
Banyak dr Film -yg celakanya- yg jelek yg diadopsi orang awam kbanyakn (kcuali dikau dan yg ga kbanyakan khan? he2...sory muter2:))

Tapi tahukah? -Lagi-
Bahwa cerita simone -Yg ada ttg kbo'ongan adl ga baik- merupakan hal yg semu/Bo'ong2an... Ga muter2 khan? :)

Metz kenal yach Namaku Satria
Ak cuma mo teliti dengan melihat sesuatu yg -kayaknya- ga terlihat/terlintas dipikiran orang lain.
Ak juga pengen melihat sesuatu dari hasil penglihatan orang yang melihat sesuatu...
(Dirimu juga bisa membantuku untuk teliti melihat sesuatu dariku yg ga terlihat olehku -untuk membuatku lebih baik- )
maaf... http://taxtau.blogspot.com punyaku bisa dikatakan bukannya belum tidak ada isinya.. (he2.. ga bingung tho?:)

-Thaks-

joni mengatakan...

film yang bagus, jadi kepengen nonton.. bisa minjemin gak?
hehe.. salam kenal,
aku tahu blog ini dari artikel diatas yang dikirim ke milis air putih.

Thanks.

Yon's Revolta mengatakan...

Buat Giel : ntar dech me berkunjung ke rumahmu lagi :-)

Yon's Revolta mengatakan...

Buat Kiko, ayo jangan boong lagi yah :-p

Yon's Revolta mengatakan...

Buat raditya : bagitulah, aktivis rohis juga manusia ^_^

Yon's Revolta mengatakan...

Buat taxtau : Komentarmu panjang banget :-), memandang sesuatu dengan cara yang berbeda, hemm "keren"

Yon's Revolta mengatakan...

Buat Joni : Iya, milis air putih kayaknya bagus, berisi kisah-kisah hikmak, makanya me join kesana dan kirim postingan ini, makasih udah mampir yah :-)

| fad | mengatakan...

makasih mas yon... hikmah yang menarik. walau pun film tentang rekayasa nya juga adalah sebuah rekayasa (baca: khayalan), tapi masih ada hikmahnya. alhamdulillah. makasih udah bagi2 cerita.

Yon's Revolta mengatakan...

ok dech, sama sama yah