Lelaki diawal Januari

Lelaki di Awal Januari
Oleh
Yon’s Revolta

Diawal Januari saya tetap bermimpi. Saya seorang lelaki, kata orang laki-laki itu harus tetap bersemangat meraih mimpi-mimpinya walaupun peluang tinggal satu persen. Ini bukan sebuah persoalan keras kepala atau tidak. Ini hanya sekedar letupan penyemangat agar dirinya bangkit dan berjuang, bertindak untuk menjadikan impiannya sebuah kenyataan. Saya lelaki pemimpi, setidaknya itulah yang saya rasakan. Dan yang pasti, saya tidak bermimpi menjadi populer seperti artis sinetron, film maupun penyanyi. Saya lelaki pemimpi yang berteman sunyi. Bukan berarti lari dari kenyataan, dari interaksi dengan masyarakat. Tapi, ini adalah sebuah pilihan hidup.

Pagi ini adalah awal Januari 2007.

Jalan Sunyi

Akhirnya kutempuh
Jalan yang sunyi
mendendangkan lagu bisu
Sendiri dilubuk hati
Puisi yang kusembunyikan dari kata-kata
Cinta yang tak kan kutemukan bentuknya

Syair itu cukup inspiratif, ciptaan Emha Ainun Najib. Mungkin banyak yang sering mendengarnya. Sayapun begitu, walau belum berkesempatan bertatak muka dengan penggubahnya. Hanya tafsir sederhana yang ada dalam hati kecil saya. Sebuah pilihan hidup yang kadang dipandang aneh, absurb seperti syair itu. Tapi itulah sebuah cahaya kehidupan tersendiri bagi seseorang. Tak ada yang bisa melarangnya.

Satu patokan saya, Islam.

Ya, keanehan apapun, asal masih dalam koridor ajaran Islam, tak menjadi soal. Keyakinan ini yang masih saya pegang teguh hingga saat ini. Tentu saja, bukan Islam yang liberal atau semacamnya. Islam yang melupakan teks karena terlalu berambisi untuk mengkontekstualkanya, yang hasilnya kadang justru memporakporandakan ajaran Islam itu sendiri. Ingin tampil beda, mengunggulkan nalar dan akal tapi hasilnya justru tidak rasional.

Memang, saya menyadari belum sepenuhnya menjalankan Islam secara benar. Sholat wajib masih sering terlambat, belum bisa kusyu’. Berpuasapun akhir-akhir ini jarang saya lakukan. Berbagi rizki, belum juga bisa terlaksana dengan baik. Pergi ke tanah suci, ada niatan besar, tapi belum tahu kapan kesempatan akan hadir. Yang kini bisa saya lakukan adalah perbaikan diri sambil menjalankan tata komunikasi dan interaksi dengan sesama dengan sedikit pemahaman Islam yang saya miliki.

Saya percaya, orang bisa meraih surga kelak bukan karena sholat atau ibadah lainnya. Tapi karena kemurahan, keridhoan dan kecintaan Allah SWT. Bukan berarti saya tak sholat atau beribadah lainnya, karena dengan melakukan ajaran itu, juga berarti kita berusaha untuk mendapat kemurahan, keridhoan dan kecintaanNya. Untuk itu, kadang ketika saya melakukan kebaikan yang saya pandang kecil sekalipun, saya niatkan untuk ikklas. Dengan sebuah harap agar Allah SWT ridho dengan apa yang saya lakukan. Yah, siapa tahu justru lewat kerihoan Allah SWT atas usaha kecil yang penuh ikhlas itu menjadi jalan bagi saya untuk meraih surgaNya kelak.

Lelaki pemimpi di awal Januari.

Jujur, saya sebenarnya ingin berbagi banyak mimpi. Tapi tak sanggup diri ini untuk mengungkapkan semuanya. Tapi, kalau boleh berbagi satu saja, karena saya tahu, banyak penulis yang ada dalam komunitas ini, maka saya memberanikan diri mengungkapnya. Ini mimpi sederhana saya;

Saya punya banyak mimpi untuk tahun ini.
Satu diantaranya, membuat novel religius
Gemas hati saya ketika belum juga bisa melahirkannya.

Purwokerto diawal Januari 2007
Sejuta maaf bagi siapapun yang terluka
oleh ucapan, kata-kata dan tindakan saya.
Hanya kado sederhana buat kalian,
saudaraku semuanya
Jaga senyuman dan hiduplah penuh cinta

20 Responses to "Lelaki diawal Januari"

pyuriko mengatakan...

Kalo kita sedang bermimpi menginginkan sesuatu, kita harus lekas bangun dan meraihnya dengan usaha,... tidak mungkin mimpi itu akan datang sendiri tanpa kita usaha.

Semoga saja,.... mimpi Bung Yon's itu dapat terjadi.

Yon's Revolta mengatakan...

Ya, pelan-pelan mimpi itu kuwujudkan dengan tenaga, pikiran dan juga campur tangan Tuhan.
Makasih doanya yah :-)

arif prasetyo aji mengatakan...

mas yon tulisan sampeyan bener2 menggugah jiwa..dan bener bahwa kita harus menciptakan momentum untuk membuat mimpi...bukankah mimpi itu awal keinginan yang akn kita capai...

Trims mas atas tulisannya, mengingatkan aku saat sempat singgah di purworejo, magelang dan sekitarnya beberapa tahun lalu..

wassalam

MnX mengatakan...

cari kata-kata" kalau kau punya mimpi, maka seluruh alam raya akan mendukungmu" begitu kira-kira, tepatnya lupa

-- selamat bermimpi, hehehe... --

pyuriko mengatakan...

Waaaahhhh, tampilan baru nih.

Birrrruuuu, apalagi gambar rumah itunya lhhhoo,... adem.

siwoer mengatakan...

met tahun baru, semoga kesampean bikin novel religiusnya :)

M. Awan Eko Sabilah mengatakan...

blognya tambah bagus aja nih akh, jd ngiri....:)
selamat bermimpi



^_^V

M. Awan Eko Sabilah mengatakan...

blognya tambah bagus aja nih akh, jd ngiri....:)
selamat bermimpi



^_^V

Yon's Revolta mengatakan...

Buat Mas ARif, keep writing ajah

Yon's Revolta mengatakan...

Buat Mas ARif, keep writing ajah

Yon's Revolta mengatakan...

Buat Mnx : Novelnya kalau udah dibaca cerita ke aku yah :-)

Yon's Revolta mengatakan...

Buat Kiko, iya neh, sebiru nuansa tulisannya :-)

Yon's Revolta mengatakan...

Buat Siwoer, ok, doakan lekas jadi yah :-)

Yon's Revolta mengatakan...

Buat M Awan, biarpun desainnya menarik, yg penting tulisannya juga oke :-)

putri mengatakan...

Dari Purwokerto ? atau tinggal di Purwokerto?

putri mengatakan...

Eh lupa.. met tahun baru ya..

Yon's Revolta mengatakan...

Di Purwokerto cuman numpang tinggal aja kok, ntar kalo kuliah dah selesai pulang kampung ke Magelang :-).

Met Tahun baru juga yah :-)

ivan mengatakan...

hallo bang yon..trims banget nih udah mampir ke blogku..aku baru belajar nih.. sambil diajarin yah..anda adalah pengunjung pertama.

Anonim mengatakan...

Selamat bermimpi ria!

Dee mengatakan...

Assalamu'alaikum wr wb
Punk, jujur saya cukup tertarik 'n sering juga baca tulisan2mu.bagus, walo kadang 'cengeng'.tapi satu hal yang saya sayangkan,kadang tulisan nt ga sesuai dengan realitas,dlm tulisan2 nt orang akan menilai nt sbg sosok yg 'wah'.begitu peka 'n berjiwa sosial.tapi sayang,sikap nt pada saya ('n bbrp tmn) tdk spt yg tercermin dlm tulisan nt.maaf, tapi mnrt saya nt pendendam.buktinya nt masih mrh sm saya hny krn prnh saya 'tegur'.bhkn nt ga menunaikan kwjbn sbg saudara,menjenguk ibu saya saja nt ga mau.gpp seh, ga masalah buat sya.hny syg sekali,sosok nt tak sebaik tulisan2 indah yg nt buat.MAAF