Bercinta Dengan Alam

Alangkah bahagianya
Bercinta dengan hutan perawan
Karena setelahnya, akan terlahir berjuta kata

(Baturraden, akhir Maret 2006)

Kota satria menyisakan sebuah tempat yang indah, Bukit Baturraden. Sewaktu saya berkesempatan berada disana, ada sebuah getar yang mengetuk hati kecil ini. Subhanallah, betapa Tuhan menciptakan semuanya ini tidak sia-sia, alam yang indah dan perawan benar-benar menjadikan diri ini amatlah kecil. Tiada yang pantas terucap selain rasa syukur bisa menikmati sejuknya embun pagi, rimbunnya alam raya dengan beragam pohon-pohon menghijau, air terjun yang menyegarkan juga bisa kita nikmati dalam wana wisata itu. Belum lagi beragam hiburan alam di lokawisata. Atas keindahan alamnya itu, penduduk mendapatkan penghasilan dengan mendirikan pondok-pondok makan, hotel, menjual acesoris dll.

Pagi itu, saya dan beberapa kawan dari Youth Islamic Center, memanfaatkan salah satu tempat disana (sekitar bumi perkemahan) untuk kami jadikan lokasi outbound training, pesertanya adalah 69 siswa dari SMU Baturraden yang terdiri dari anak-anak OSIS, Rohis, PMR, Pramuka dan sanggar sastra. Mengenai pekerjaan sebagai trainer outbund ini, saya menikmati sekali, selain bisa berbagi pengalaman mengenai perlunya team work, juga bisa berpetualang menyusuri hutan-hutan, bukit, sungai-suangi dan telaga bening. Sungguh, ini merupakan kebahagian batin tersendiri bagi saya.

Untuk sampai kesana, kami memerlukan waktu sekitar 35 menit menembus kabut, dinginya udara serta kelokan-kelokan sepanjang jalan dengan mengendarai sepeda motor. Agak melelahkan, tapi menyenangkan. Setelah sampai, kami langsung bergegas memasang halang rintang sebagai pernak-pernik games yang telah kami persiapkan sebelumnya. Lokasi games halang rintang ini agak jauh dari lokasi bumi perkemahan yang ada dibawah. Membutuhkan waktu satu jam kami membuatnya. Setelah selesai memasang peralatan, disaat bersamaan ada komando dari bawah dimana peserta sudah sampai, kemudian kami pun lantas turun...

Peserta langsung kami kondisikan. Agar memberikan semangat kepada mereka. Saya berikan yel yel untuk menambah spirit. Ketika saya meneriakkan PETUALANG SEJATI...langsung disambut oleh peserta....Beeebas bebas bebas lepas yeahhhhhhhhhhh. Wah, mendengar teriakan mereka, gelora jiwa muda mereka, saya semakin tambah bersemangat lagi. Lantas, kami mengadakan acara pembukaan

Setelah dibuka dengan sedikit seremonial dari pihak sekolah, rangkaian outbound pun dimulai. Kami mengawali dengan permainan “Bola Taaruf” dilanjutkan permainan “Pasukan Naga”. Seru sekali, tapi itu belum seberapa. Setelah itu, kami ajak mereka menyusuri hutan untuk menempuh pos kedua, perjalanan melelahkan, ada raut muka capek tampak dalam wajah mereka, tapi semuanya terhapus dengan yel..yel yang mereka ciptakan sebelumnya...

Di Pos kedua, mereka kami beri kesempatan untuk menikmati sekedar makanan kecil dan minuman agar mereka bisa segar kembali. Kemudian, games mulai lagi, kali ini dengan permainan “Sarung Ajaib”. Dalam permainan ini, tidak hanya otot yang diperlukan, tetapi juga otak. Strategi yang tepat menjadi kunci keberhasilan team. Permainan ini sengaja kami tempatkan di pos kedua karena tidak terlalu menyita energi dan fisik mereka. Setelahnya, baru kami ajak kembali meneruskan petualangan untuk mencapai pos terakhir....


Nah, baru di pos terakhir mereka harus melewat berbagai macam halang rintang. Mulai dari permainan “Pasukan Khusus”, “Jaring laba-laba” sampai “Pencarian Harta Karun”. Dalam permainan itu, para peserta jelas harus menggunakan banyak energi, mulai dari berlari, merayap, melompat dsb. Suasananya penuh dengan kedisiplinan tetapi tetap kami buat dengan menyenangkan. Saya dan beberapa kawan trainer tetap menjaga ruh persahabatan dalam setiap permainan agar tidak ada rasa “penindasan” dari peserta.

Wah...walaupun wajah dan baju mereka kotor oleh tanah, tapi mereka cukup senang dengan permaian-permianan itu. Setelah selesai semua permainan, kami turun ke pos semula. Disana kami adakan evaluasi, perwakilan peserta kami beri kesempatan untuk berkomentar tentang berbagai makna dari serangkaian permaian tadi. Hasilnya, kami, para trainer cukup bahagia dengan komentar-komentar mereka. Ah, tak terasa matahari sudah mulai condong ke barat. Sekian.

0 Response to "Bercinta Dengan Alam"