Menjadi Orang Berharga


Cobalah jangan menjadi orang sukses
Melainkan
Berusahalah menjadi orang yang berharga

(Einstein)

Di dunia ini, terdapat banyak orang dengan berbagai profesi, terserah kita mau memilih yang mana. Tentunya, tergantung dengan potensi yang kita miliki. Yang tahu potensi itu adalah Anda sendiri. Masalahnya adalah, apakah Anda bisa mengoptimalkan potensi yang Anda miliki itu atau tidak...?

Kadang, saya sedih juga mendengar orang yang mengatakan “ah, saya orang yang tak berguna” “saya tidak mempunyai bakat” “saya hanya sampah di dunia ini”. Secara tidak langsung, orang yang demikian telah meremehkan dirinya sendiri. Padahal, Tuhan menciptakan manusia dalam kondisi yang sebaik-baiknya. Dengan begitu, dia pasti memiliki kharakteristik dan potensi yang unik, semua orang memilikinya. Tinggal, pandai-pandai sajalah menemukan potensi terbesar apa yang kita miliki itu. Setelah kita menemukan potensi ini, kemudian berlanjut menemukan apa yang disebut oleh Anis Matta, salah seorang tokoh pemikir muda sebagai
“Medan Kepahlawanan”

Medan kepahlawan ini adalah lahan bagi seseorang untuk memberikan sebuah kemanfaatan terbesar bagi orang lain. Setiap orang berbeda-beda. Ada yang dengan potensi pemikiran yang dia miliki, menjadikan dia seorang pemikir besar (penulis) yang mengarahkan umat manusia menjadi lebih baik. Ada yang dengan potensi fisik mereka yang prima, menjadi olahragawan profesional. Ada yang punya potensi bisnis luar biasa sehingga dia dapat memberikan kemanfaatan bagi orang lain dengan dana yang dimilikinya. Ada yang mempunyai ilmu yang banyak sehingga menjadi tempat bertanya orang lain dsb.
Sekarang, medan kepahlawan Anda apa..?

Menemukan medan kepahlawanan itu penting. Akan bisa membantu kita untuk bisa memberikan kontribusi (peran) yang besar bagi orang lain. Ingat, kepahlwanan disini, bukan indentik dengan menjadikan diri kita sebagai orang terkenal, orang besar dan disanjung-sanjung oleh orang lain. Medan kepahlawanan hanyalah sebuah ladang bagi kita untuk memberikan amal terbaik bagi orang lain. Jadi, orientasinya bukan untuk mendapatkan pengakuan orang lain, tetapi memberikan sebesar-besar kemanfaatan bagi orang lain. Ingat ! manusia yang paling baik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Memang, menemukan medan kepahlawanan belumlah cukup. Selanjutnya adalah berjuang. Berjuang disini, berarti berusaha dengan serius sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Misalkan, Anda sudah menemukan bahwa medan kepahlawan dalam bidang berbisnis. Tidak cukup berhenti disini, masalahnya kemudian adalah berjuang agar bisnis ini bisa dikelola dengan baik sehingga bisa berkembang dan mendapatkan keuntungan finansial yang besar.

Tentunya, layaknya dalam perjuangan, jalannya tak selalu mulus, kadang harus jatuh bangun agar usahanya berhasil. Tapi, jangan lupa, setelah mendapatkan keuntungan, jangan lupa diri sebab sebelum orang lain mendapatkan kemanfaatan, Anda baru mendapatkan sukses persolan. Maka dari itu, ketika sedang “diatas” ingatlah yang “dibawah”. Ini hanya sekedar contoh saja, banyak medan kepahlawanan yang lain. Terserah orang mau menjadi apa (dokter, ahli hukum, konsultan, bisnisman, PNS dll). Yang pasti, dengan profesi kita itu, berbuatlah untuk memberikan kemanfaatan bagi orang lain sehingga menjadikan diri kita menjadi orang yang berharga di dunia ini. Semoga !.
..
Purwokerto, 25 Maret 2006 / 02.44


1 Response to "Menjadi Orang Berharga"

Anonim mengatakan...

benar kita tidak cukup menjadi orang yang sukses belaka, tetapi kita harus menjadi orang yang berharga -bermanfaat bagi orang lain